Iklan

iklan

Iklan

,

Iklan

iklan

CEO Business Forum 2025 Dorong Kolaborasi dan Inovasi di Sektor Properti

Fahria fahri
Rabu, 19 Februari 2025, 2/19/2025 WIB Last Updated 2025-03-02T10:11:31Z


 

Makassar – CEO Business Forum (CBF) 2025 sukses digelar di Mahoni Hall, Claro Hotel, Makassar, pada Rabu (19/2/2025). Forum ini mengangkat tema “Economic & Property Outlook: Collaboration Triggering Property Industry 2025” dan menjadi wadah penting bagi para pemangku kepentingan untuk berbagi ide, membahas tantangan, serta menggali potensi kolaborasi guna mempercepat pertumbuhan industri properti di Indonesia.

Dalam acara yang penuh antusiasme ini, tiga panelis utama hadir untuk berbagi wawasan, yakni Raymond Arfandy, Sekretaris Jenderal DPP Real Estate Indonesia (REI), Winang Budoyo, Chief Economist PT Bank Tabungan Negara, dan Asruddin, Direktur Utama PT Semen Tonasa. Forum ini dipandu oleh Andi Suruji, CEO dan Editor in Chief Celebes Media, yang membimbing jalannya diskusi dengan penuh semangat.

Diskusi panel mencakup berbagai topik strategis, mulai dari kondisi perekonomian Indonesia hingga strategi kolaboratif dalam mendorong pertumbuhan sektor properti dan industri. Para panelis membahas tantangan yang dihadapi serta peluang yang dapat dimanfaatkan oleh para pelaku industri properti dan konstruksi.

Asruddin, Direktur Utama PT Semen Tonasa, mengungkapkan tantangan yang dihadapi industri semen pada tahun 2024. “Pasar semen nasional mengalami penurunan sebesar 0,09%, atau sekitar 605.373 ton. Di Sulawesi Selatan, penurunan bahkan lebih tajam, mencapai 13,6%,” ujarnya.

Namun, ia tetap optimistis bahwa pada tahun 2025, industri semen akan kembali bertumbuh sekitar 2,0%, seiring dengan strategi pembangunan pemerintah yang menargetkan pembangunan hingga 3 juta rumah per tahun. “Kami yakin langkah ini akan memberi dorongan positif terhadap konsumsi semen nasional,” tambahnya.

Selain diskusi panel, CEO Business Forum 2025 juga menjadi ajang inovasi. PT Semen Tonasa, yang merupakan bagian dari Semen Indonesia Grup (SIG), memperkenalkan inovasi teknologi ramah lingkungan berupa bata interlock presisi. Inovasi ini bertujuan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan dengan keunggulan utama seperti efisiensi waktu pembangunan, ketahanan terhadap gempa, serta ramah lingkungan.

Teknologi bata interlock presisi ini telah diterapkan di beberapa proyek di Ibu Kota Nusantara (IKN), menegaskan komitmen SIG dan PT Semen Tonasa dalam mendukung industri properti yang lebih hijau dan berkelanjutan. “Dengan teknologi ini, PT Semen Tonasa berharap dapat berkontribusi pada pencapaian pembangunan properti yang lebih efisien dan ramah lingkungan,” ujar Asruddin.

CEO Business Forum 2025 tidak hanya menjadi ajang diskusi, tetapi juga momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi dan menciptakan langkah inovatif yang dapat mempercepat perkembangan sektor properti di Indonesia pada tahun 2025.

Iklan

iklan