Founder Twipsy Andi Ameliah Lestari S.Psi, mengungkapkan bahwa salah satu sesi yang paling berkesan dalam acara ini adalah journaling, anak-anak panti dan para volunteer diajak untuk menuangkan isi hati mereka ke dalam tulisan, tidak ada aturan yang mengikat, hanya kertas, pena, dan kebebasan untuk mengekspresikan diri.
“Dalam sesi ini, peserta diberikan instruksi sederhana: seperti menuliskan apa yang mereka rasakan, pengalaman yang berkesan, harapan, atau bahkan hal-hal yang selama ini sulit mereka ungkapkan secara lisan,” Ungkapnya
Amel sapaan akrab Andi Ameliah Lestari mengungkapkan bahwa tujuan dari journaling ini adalah untuk membantu anak-anak panti dan volunteer memahami serta mengelola emosi mereka.
“Menulis bisa menjadi bentuk terapi sederhana yang membantu seseorang menyadari perasaannya, mengurangi stres, dan menemukan solusi dari permasalahan yang sedang dihadapi,” Ungkap Amel.
Amel menambahkan acara ini juga dilengkapi dengan sharing session bersama para volunteer dengan berbagi cerita, pengalaman hidup, serta motivasi agar adik-adik panti semakin percaya diri dalam meraih impian mereka.
“Interaksi ini memberikan ruang bagi mereka untuk saling mengenal dan membangun hubungan yang lebih erat dalam suasana santai dan hangat,” Tambahnya.
Amel berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi momen kebersamaan di bulan Ramadhan, tetapi juga meninggalkan manfaat jangka panjang. Journaling dapat menjadi kebiasaan baik yang membantu anak-anak dan para volunteer dalam mengekspresikan emosi mereka, serta menjadi bentuk self-help ketika menghadapi kesulitan dalam hidup.
“Harapannya acara ini dapat membuktikan bahwa healing tidak selalu harus dilakukan sendiri. Dengan dukungan dari lingkungan yang peduli, berbagi cerita, dan menuliskan isi hati, seseorang bisa menemukan kelegaan dan semangat baru untuk melangkah maju,”Harap Amel.
Penulis :Sigit